Rangkuman Perbedaan Marketplace dan e-commerce dan Contonya
Marketplace
Marketplace disebut dengan suatu platform yang menyediakan tempat serta fasilitas bagi para penjual untuk berkumpul. Kemudian menawarkan produk atau barang yang dijual dan bisa berupa jasa kepada para calon konsumen atau pelanggan. Proses ini dilakukan tanpa bertemu secara fisik, karena memang sudah memakai platform untuk jual-beli di marketplace. Perusahaan yang bergerak di bidang marketplace merupakan penyedia platform, atau tempat bertemunya para penjual dan masyarakat yang membutuhkan barang atau jasa yakni konsumen. Adanya transaksi jual-beli di dalam marketplace, untuk kemudian perusahaan bisa mengambil keuntungan dari proses ini lewat komisi dari setiap penjualan. Adanya konsep marketplace ini sejatinya sangat mirip dengan pasar konvensional atau tradisional, hanya saja pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang yang dijual oleh para penjual. Tugas marketplace hanya sebagai penyedia tempat bagi penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual-beli secara cepat tanpa harus bertemu langsung.
contoh marketplace di indonesia
1. Tokopedia
E-Commerce merupakan semua bentuk transaksi perdagangan barang ataupun jasa yang menggunakan media perantara internet. Dalam sebuah sistem e-commerce setidaknya terdapat 4 komponen yang diperlukan dalam transaksi online : Store/Marketplace. Penjual dan Pembeli. Perbedaan paling mendasar dari kedua bagian ini adalah sisi platform, ecommerce berdiri sendiri dan fokus pada penjualan barang lewat situs atau website milik mereka sendiri. Sementara marketplace memiliki platform yang fokusnya pada penjualan barang dari berbagai toko, selain itu penjual harus masuk dan mendaftar lebih dulu di website mereka. Marketplace berupa toko online dengan rujukan toko tunggal, namun tidak seperti berkumpulnya penjual dalam satu platform. Yang kemudian menjual barang atau produk yang ditawarkan sendirian, marketplace memiliki ciri yakni perusahaan marketplace tidak menyediakan barang atau jasa yang ditawarkan karena yang menyediakan adalah penjual.
contoh e-commerce di indonesia
1. Business to Consumer (B2C)
B2C adalah jenis e-commerce dengan skema perusahaan menjual produk langsung ke pengguna akhir (konsumen), tanpa perantara atau pihak ketiga. Dalam B2C, biasanya perusahaan menyediakan produk secara eceran. Contoh e-commerce jenis ini mudah dijumpai sehari-hari, antara lain seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, Tiket.com, dan BliBli, yang menghubungkan produk perusahaan secara langsung ke pengguna akhir.
2. Consumer to Consumer
(C2C) C2C adalah jenis e-commerce dengan skema transaksi produk dari individu atau konsumen perorangan (bukan perusahaan) ke konsumen yang lainnya. C2C e-commerce biasanya memanfaatkan platform marketplace untuk melangsungkan aktivitas jual-beli. Contoh e-commerce C2C bisa dilihat melalui OLX dan Facebook Marketplace. Di platform tersebut, cukup banyak dijumpai konsumen yang menawarkan dan menjual langsung produk miliknya ke konsumen lain.
Komentar
Posting Komentar